Tips Menjadi Tamu Yang Baik

Tips Menjadi Tamu Yang Baik

oleh F.B.Monika

 

Ketika kita mendengar saudara, teman dll baru melahirkan, secara umum kita ingin segera menengoknya dan menggendong bayi tersebut (ini saya banget). Kadang kita lupa atau malah mengabaikan apakah Ibu yang baru melahirkan dapat dan ingin dijenguk saat tersebut. Terus terang saya lebih menyadari hal tersebut sejak saya tinggal di US, di mana Ibu2 yang baru melahirkan bisa dalam kondisi tanpa ditemani dan dibantu anggota keluarganya. Malah pernah saya dapat kabar seorang Ibu yang 2 hari pasca operasi SC keluar RS sendiri, nyetir sendiri, tanpa ditemani siapapun. Harap maklum di sini biasa jadi single Mom atau punya pasangan tanpa menikah. Dan seperti hukum tidak tertulis bahwa wanita2 US harus tough dan jadi super women plus malu/tidak mau menunjukkan bahwa saat itu sedang butuh bantuan.

 

Padahal pasca Ibu melahirkan perasaan dan kondisi Ibu campur aduk : nyeri, lelah, kurang tidur, sensitif / moody, pengaruh hormon2 yang sangat mempengaruhi mood. Juga Ibu perlu belajar membangun rasa percaya diri sebagai Ibu baru, belajar mengenali bayinya terutama belajar menyusui dengan kondisi Ibu yang juga belum stabil. Makanya banyak Ibu yang tidak mau terlihat “berantakan” dan lebih nyaman bila tidak dijenguk dulu. Juga, dengan terlalu banyak yang menjenguk, otomatis waktu istirahat Ibu berkurang serta waktu Ibu untuk berinteraksi dengan bayi terganggu / berkurang.

 

Nah berikut ini beberapa tips bagaimana menjadi tamu yang baik.

 

Visitor Rule #1: Tunggu sampai Diundang

 

Sudah saya singgung sedikit bahwa di awal2 kelahiran bayi perlu bersama2 dengan Ibu selama mungkin, rooming in 24 jam bila memungkinkan. Skin to skin contact, Ibu belajar memerah dll dll. Kedatangan tamu yang belum (bukan tidak) diundang apalagi bila Ibu hanya berdua ditemani suami misalnya akan malah merepotkan.

 

Jadi, daripada “ujug-ujug – istilah Sundanya- datang tanpa meminta ijin dan memberi tahu Ibu, lebih baik kirimkan ucapan selamat, doa melalui kartu, bunga, paket, email, sms dan sejenisnya , boleh sebutkan betapa senang bila Anda boleh menengok , dan tunggu sampai Ibu mengundang 🙂

 

Dan bila Ibu sudah mengundang dengan detil tanggal dan jam, pastikan TIDAK terlambat, dan usahakan sebelum berangkat beri kabar pada Ibu, siapa tahu ada kejadian2 baru yang membuat Ibu tidak nyaman menerima tamu karena kondisi tersebut. Juga tanyakan apa yang dapat Anda bawa (walau umumnya orang Indonesia akan bilang “ Duh, gak usah repot-repot”). Pilihan yang dapat Anda bawa itu buah-buahan , cemilan sehat 🙂

 

Visitor Rule #2: Paham Kapan Anda Tidak Boleh Menengok

 

Sangat penting untuk mengingat bahwa bayi baru lahir sistem kekebalan tubuhnya belum kuat dan rentan terkena penyakit. Jadi, bila saat waktu boleh berkunjung Anda sakit, maka batalkan! Atur jadwal boleh berkunjung berikutnya. Juga walau Anda sehat, pastikan bila Anda diperbolehkan menggendong / memegang bayi, Anda mencuci tangan dulu dan pastikan baju Anda tidak bau rokok (ingat resiko 3rd hand smoke – kapan2 saya tulis deh ya).

 

Visitor Rule #3: Bawa Makanan!

 

Menjaga bayi 24 jam dengan bantuan yang minim tentu sangat melelahkan. Tentu saja Ibu tidak punya waktu untuk memasak, mencuci piring dan melakukan pekerjaan2 rumah tangga lainnya. Sudah saya singgung sedikit di Rule no 1 , tanya ke Ibu, apa yang bisa Anda bawa. Selain buah-buahan dan cemilan sehat, Anda juga bisa membawa lauk-lauk matang.

 

Visitor Rule #4: Jangan Membuat repot Ibu/tuan rumah saat bertamu

 

Ketika berkunjung sebisa mungkin jangan merepotkan, bisa bilang di awal tidak perlu menyediakan Anda minuman/makanan, dan tawarkan Anda sendiri yang menyiapkannya. Di US sangat biasa tamu itu langsung ke dapur membuat teh, kopi, mengambil air sendiri. Sepertinya kalau di Indonesia masih kurang umum dan dikhawatirkan dinilai tidak sopan 🙂 Intinya sih, jangan sampai Ibu/tuan rumah repot menjamu Anda, bisa juga snack yang Anda sudah siapkan dari rumah sudah siap dihidang.

 

Visitor Rule #5: Menolong Ibu

 

Tawarkan bantuan! Jika Anda melihat tumpukan piring kotor, tong sampah yang penuh, kotoran di lantai, tawarkan bantuan. Saat saya menolong Ibu di sini dengan Home visit, walau itu pertama kalinya kami bertemu, saya tidak segan membantu membawakan makanan minuman dari dapur ke meja dll. Jangan lupa tanyakan dulu apa yang bisa Anda bantu dari beberapa jenis pekerjaan yang bisa Anda bantu (sama seperti no 1, di Indonesia umumnya akan bilang : Duh, gak usah repot2).

 

Visitor Rule #6: Tunggu sampai Anda diperbolehkan memegang/menggendong bayi

 

Idealnya, Anda sebaiknya menunggu sampai ditawarkan Ibu untuk menggendong, memegang bayinya. Dulu sih waktu di Indonesia kadang agak bt saat tiba-tiba bayi saya diambil, digendong, dicium tanpa bilang / ijin dulu. Apalagi bila orang tersebut sedang sakit, batuk pilek yang sering dan tidak memakai masker – yang juga tidak mencuci tangan dulu. Juga lihat apakah bayi sedang tertidur, bila sedang tertidur jangan diganggu.

 

Visitor Rule #7: Paham kapan mengembalikan bayi ke Ibu

 

Bila Ibu sudah mengijinkan Anda memegang/menggendong bayi, lihatlah situasi kapan sebaiknya Anda mengembalikan bayi kepada Ibu. Bisa dilihat juga bila ada tamu-tamu lain yang ingin memegang bayi, segeralah kembalikan bayi kepada Ibu. Juga bila bayi mulai menunjukkan tanda-tanda rewel, jangan tunggu sampai bayi menangis, segeralah kembalikan bayi kepada Ibu. Bila sudah menangis akan membuat situasi Ibu makin sulit, dan harap diingat bila Ibu tidak bisa menenangkan bayi bahkan bayi berhasil ditenangkan orang lain, kepercayaan diri Ibu bisa jatuh.

 

Visitor Rule #8: Pastikan hanya mengatakan Hal-hal yang baik/positif

 

Pujilah bayi dan Ibu dengan tulus. Jangan coba beri berbagai nasihat KECUALI bila Ibu memintanya. Pengalaman saya dan banyak Ibu yang masih kelelahan, menerima terlalu banyak masukan ini itu –yang bisa jadi saling bertolakbelakang – malah membuat pusing dan stress.

 

Bila Anda dimintai pendapat, perhatikan pilihan kata, jangan sampai memberikan kata-kata yang menghakimi (walaupun kenyataannya ada tindakan Ibu yang salah). Berikan empati dengan tulus (ini tugas Konselor banget 🙂 ) . Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan Ibu , katakan dengan jujur dan katakan bahwa Anda akan mencari tahu jawabannya / mengarahkan pada ahlinya.

 

Visitor Rule #9: Jangan Harap terlalu banyak.

 

Bisa jadi ketika kita datang, Ibu terlihat seperti “zombie”, dengan muka lelah-mengantuk dan moody. Jadi, jangan harap terjadinya percakapan panjang dan nyaman. Beri senyuman, empati mendengarkan, tidak menghakimi sudah lebih dari cukup. Saat berkunjung berikan Ibu waktu pribadi berdua dengan bayinya untuk menyusu , makanya Anda akan lebih banyak menunggu dibanding berbincang2 dengan Ibu.

 

Juga disarankan untuk tidak bertamu terlalu lama, tanyakan apa Ibu perlu beristirahat saat itu, harap diingat saat malam hari para Ibu baru sebagian besar sibuk menyusui dan mengurusi keperluan bayi. Secara umum bertamu sekitar sejam adalah waktu yang ideal, kecuali Ibu meminta Anda untuk tinggal , membantu, menemani Ibu, dll.

 

Visitor Rule #10: Fokus tidak hanya pada bayi, tapi juga Ibu !

 

Kebanyakan tamu / pengunjung lebih tertarik pada bayi dibanding Ibu. Padahal, seorang Ibu telah melewati masa panjang kehamilan, dilanjutkan proses melahirkan yang melelahkan dan menyakitkan, ditambah lagi full mengurus bayi. Pastikan fokus Anda tidak hanya melulu pada bayi, tapi juga pada Ibu (yang sudah saya singgung sedikit sebelumnya).

 

Tanyakan bagaimana perasaan Ibu, dengarkan dengan empati, beri saran saat diminta,  dan selanjutnya lakukan tips2 di atas seperti apa yang bisa Anda bantu saat itu.

Nah, sudahkah Anda menjalankan hal2 di atas saat mengunjungi Ibu yang baru melahirkan? 🙂

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart