3 Cara Paling Ampuh untuk Mengobati Rematik

3 Cara Paling Ampuh untuk Mengobati Rematik

Rematik atau disebut juga dengan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh justru balik menyerang persendian yang sehat. Akibatnya, persendian jadi nyeri, membengkak, dan kaku. Ada berbagai cara mengobati rematik di dokter yang biasanya dijadikan pilihan untuk mengendalikan gejalanya.

Apakah rematik bisa disembuhkan?

Hingga saat ini belum ditemukan obat mujarab yang dapat menyembuhkan rematik secara total. Namun, pengobatan yang dilakukan mampu mengatasi hal-hal seperti:

  • Mengurangi gejala dan komplikasi jangka panjang, seperti nyeri dan pembengkakan sendi.
  • Membantu meredakan peradangan pada sendi.
  • Meminimalisasi kerusakan sendi dan organ.
  • Meningkatkan fungsi gerak persendian, yang akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup.

Berbagai cara mengobati rematik di dokter

Ada banyak pengobatan alternatif yang diklaim bisa mengobati gejala rematik secara alami. Namun, efektivitas suplemen dan obat herbal untuk rematik belum dapat dibuktikan secara medis. Obat-obatan, terapi fisik, dan operasi adalah cara yang sudah terbukti ampuh untuk mengobati rematik.

Pengobatan rematik akan lebih mudah jika kondisinya belum parah atau menyebar luas.

1. Obat rematik

Cara mengobati rematik yang pertama ialah dengan mengonsumsi obat-obatan. Jenis obat yang direkomendasikan oleh dokter tergantung pada tingkat keparahan gejala dan berapa lama Anda menderita penyakit ini. Adapun jenis obat yang diresepkan meliputi:

  • Pereda nyeri NSAID (Obat antiinflamasi nonsteroid), seperti ibuprofen atau naproxen untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi peradangan akibat rematik. NSAID yang lebih kuat juga tersedia dengan resep dari dokter. Obat ini memiliki risiko efek samping yaitu telinga berdenging, iritasi pada perut, masalah jantung, serta kerusakan hati dan ginjal.
  • Steroid. Obat kortikosteroid seperti prednison mampu mengurangi peradangan dan nyeri serta memperlambat kerusakan sendi. Efek samping dari obat-obatan steroid ini berisiko pada penipisan tulang, penambahan berat badan, dan diabetes. Dokter umumnya meresepkan obat ini untuk meredakan gejala rematik akut.
  • Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARD). Obat ini dapat memperlambat perkembangan penyakit rematik dan membantu menyelamatkan sendi dan jaringan lainnya dari kerusakan permanen. DMARDs umum termasuk methotrexate(Trexall, Otrexup, Rasuvo), leflunomide (Arava), hydroxychloroquine (Plaquenil), dan sulfasalazine(Azulfidine). Efek sampingnya meliputi kerusakan hati, gangguan pada sumsum tulang, dan infeksi paru-paru.
  • Biologic agents, dikenal juga sebagai obat pengubah respons biologis atau DMRAD biologis. Prosedur ini menggunakan protein rekayasa genetika yang berasal dari gen manusia. Cara ini telah terbukti membantu memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis saat pengobatan lain gagal. Abatacept (Orencia), adalimumab (Humira), anakinra (Kineret), certolizumab (Cimzia), etanercept (Enbrel), golimumab (Simponi), infliximab (Remicade), rituximab Rituxan), tocilizumab (Actemra) dan tofacitinib (Xeljanz), termasuk ke dalam jenis obat ini. Obat jenis ini paling efektif jika dipasangkan dengan DMRAD nonbiologis seperti methotrexate. Cara kerjanya dengan menargetkan bagian dari sistem imun yang memicu peradangan pada sendi dan jaringan lainnya. Namun, obat jenis ini juga dapat menambah risiko infeksi.

2. Terapi fisik

Terapi fisik dapat menjadi salah satu metode pengobatan yang tepat. Melalui terapi, Anda akan diajari latihan untuk menjaga sendi tetap fleksibel. Biasanya, terapis juga akan menyarankan Anda untuk melakukan tugas sehari-hari yang cukup ringan untuk membantu melemaskan persendian Anda yang kaku. Selain itu, terapis juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan olahraga ringan.

3. Operasi

Jika obat dan terapi fisik gagal mencegah atau memperlambat kerusakan sendi, kemungkinan besar dokter akan menyarankan pembedahan sebagai cara mengobati rematik. Pembedahan ditujukan untuk memperbaiki sendi yang rusak sehingga Anda dapat kembali menggunakan persendian yang sakit seperti sedia kala. Prosedur ini juga mampu mengurasi rasa sakit dan memperbaiki kelainan bentuk pada bagian tubuh tertentu seperti jari bengkok akibat peradangan yang ditimbulkan.

Operasi radang sendi pada rematik biasanya melibatkan lebih dari satu prosedur. Adapun prosedur pembedahan yang biasanya dilakukan yaitu:

  • Synovectomy. Pembedahan untuk menghilangkam sinovium ( lapisan sendi) yang meradang. Prosedur ini bisa dilakukan pada lutut, siku, pergelangan tangan, jari-jari, dan pinggul.
  • Perbaikan tendon. Peradangan dan kerusakan sendi dapat menyebabkan tendon di sekitar sendi yang putus atau kendur. Melalui prosedur ini dokter akan memperbaiki tendon yang mengalami kerusakan di sekitar sendi Anda.
  • Penggantian sendi total. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan bagian sendi yang rusak dan menggantinya dengan prostesis yang terbuat dari logam dan plastik.
  • Penggabungan sendi. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan menstabilkan kembali sendi yang rusak. Cara ini dilakukan jika penggantian sendi total tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Cara mengobati rematik baik lewat konsumsi obat maupun pembedahan semuanya memiliki risiko tersendiri yang dapat berdampak pada tubuh Anda. Konsultasikan dengan dokter ahli untuk menentukan pengobatan terbaik untuk kondisi Anda.

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart