Permasalahan kesehatan akibat banjir diberbagai daerah

Bencana banjir di Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.Sampai tanggal 5 April 2010 pukul 11.00 WIB bencana banjir yang melanda Kelurahan Loa Ipuh dan Kelurahan Rapak Mahang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur sejak 2 April 2010 menyebabkan 4.325 jiwa atau 1.287 KK berisiko kesehatan, 1 orang meninggal dunia dan 1 buah Puskesmas Pembantu terendam. Tidak ada korban luka-luka maupun hilang dan tidak terjadi pengungsian. Upaya yang dilakukan oleh jajaran Kesehatan setempat adalah mengevakuasi korban banjir, memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan pemantauan di lokasi bencana.
Bencana banjir di Kabupaten Karawang Jawa Barat.Sampai tanggal 3 April 2010 banjir akibat luapan Sungai Citarum di Kabupaten Karawang sejak tanggal 18 Maret 2010 masih menggenangi 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Ciampel, Teluk Jambe Timur, Karawang Barat, Batujaya dan Pakisjaya. Ketinggian air berkisar antara 10 – 40 cm dan merendam 1.000 unit rumah. Korban meninggal dunia 1 orang dan tidak ada korban luka-luka maupun hilang.Jumlah korban yang berkunjung ke Pos Kesehatan sampai tanggal 2 April 2010 mencapai 6.998 orang. Beberapa sarana kesehatan yang tadinya terendam banjir yaitu RS Bayu Karta, RSUD Karawang, RS Islam Karawang, Puskesmas Karawang Kulon, Puskesmas Pembantu Tanjung Pura dan Puskesmas Pembantu Purwadana kini sudah tidak terendam banjir lagi. Masih terjadi pengungsian sebanyak 500 jiwa.Upaya yang telah dilakukan adalah mengevakuasi korban, memberikan pelayanan kesehatan di 32 Pos Kesehatan dan melakukan pemantauan di lokasi bencana. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengirimkan bantuan berupa: 6 paket obat banjir, 150 dus MP-ASI dan 300 buah Polybag. Tanggal 29 Maret 2010 Dinkes Kabupaten Karawang memulai fogging/pengasapan untuk pengendalian nyamuk dan tanggal 1 April 2010 menggerakkan mahasiswa kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyakit pasca bencana dan membagikan polybag serta abate.Kementerian Kesehatan RI mengirimkan tim Rapid Health Assessment (RHA) yang terdiri dari 2 orang dari BBTKL-PPM, 1 orang dari PPK, 1 orang dari Direktorat Imunisasi dan Karantina serta 1 orang dari Direktorat Penyehatan Lingkungan. Tim RHA melakukan pengambilan sampel air bersih untuk pemeriksaan kimiawi dan bakteriologi, sampel makanan dan pengukuran bakteri udara luar di posko pengungsian rusunawa dan pos pengungsian TK Nusa Indah. Kementerian Kesehatan RI juga mengirimkan bantuan: 5 ton MP-ASI, 7 drum kaporit @ 15 kg, 100 liter Lisol, 30 set personal hygiene kit (sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi anak dan dewasa, pasta gigi), 2 box abate @ 25 kg, 2 dus repelen lalat @ 72 set, 2.000 buah polybag, 1.000 sachet PAC, 2.500 butir aquatab dan 300 buah kelambu.Bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara.Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sejak tanggal 4 April 2010 terjadi banjir bandang di Desa Tj. Medan Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Mengakibatkan 3 orang meninggal, 2 orang luka berat dan dirujuk ke RSU Padang Sidempuan, tidak ada korban hilang, tidak ada kerusakan sarana kesehatan dan 320 jiwa mengungsi. Upaya mengevakuasi korban, memberikan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan RSU Padang Sidempuan dan melakukan pemantauan di lokasi bencana.Saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat dan pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten setempat, Dinas Kesehatan Provinsi setempat dan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian KesehatanBerita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart